Minggu, 29 Desember 2013

Tulisan 2



      

                  2.      Kekuasaan
a.   Definisi Kekuasaan
Menurut Beberapa ahli :
#Max Webber
Kekuasaan adalah kesempatan seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat
akan kemauan-kemauannya sendiri, dengan sekaligus menerapkannya terhadap tindakan-tindakan
perlawanan dari orang-orang atau golongan-golongan tertentu.

#Inu Kencana Syafiie
Kekuasaan adalah hasil pengaruh yang diinginkan sesorang atau sekelompok orang. Kekuasaan
merupakan konsep kuiantitaif, karena dapat dihitung hasilnya. Misalnya, berapa lias wilayah jajajahan,
berapa banyak orang yenag berhasil dipengaruhi, berapa lama berkuasa, dll

         #Gibson
Kekuasaan adalah Kemampuan seseorang untuk memperoleh seuatu sesuai dengan cara yang
dikehendaki.

b.   Sumber-sumber kekuasaan menurut French dan Raven
French dan Raven dalam Thoha yang dikutip Harbani Pasolong membagi lima sumber kekuasaan :
1)      Coercive Power (Kuasa Paksaan) adalah kemampuan untuk menghukum atau memperlakukan seseorang yang tidak melakukan permintaan atau perintah. Diperoleh dari salah satu kapasitas untuk membagikan punishment pada mereka yang tidak mematuhi permintaan atau perintah. Kekuasaan ini juga bisa dibilang kekuasaan karena rasa takut oleh seseorang yang memiliki kuasa dalam suatu hal. Karena hal itulah orang-orang yang menjadi bawahan atau pengikutnya, menjadi tunduk dan mau untuk melakukan perintah yang diberikan oleh orang yg berkuasa itu. Karena jika mereka tidak mengikuti apa yang diperintahkan, maka bawahan/pengkutnya tersebut akan mendapatkan sebuah hukuman. Contoh dari Coercive power adalah : misal, seorang atasan memberikan pemotongan gaji terhadap karyawan/bawahannya, karena bawahaanya tersebut telah melanggar peraturan perusahaan, bahkan jika kesalahan bawahannya tersebut fatal, maka si atasan akan melakukan pemecatan terhadapnya, atau seorang guru memberikan hukuman terhadap siswanya, dengan memberikan tugas yang banyak. Menurut Molm, 1987,1988 Seseorang juga menggunakan Coersive untuk mempengaruhi anggota grup lain, walaupun kebanyakan orang lebih memilih untuk menggunakan reward power daripada coersive power jika keduanya tersedia.
2)      Insentif Power (Reward Power) Reward power adalah suatu sikap yang patuh /tunduk yang dicapai berdasarkan kepatuhan/kemampuan untuk memberikan reward (imbalan) agar dipandang orang lain berharga, Seseorang akan patuh terhadap orang lain, jika dijanjikan akan diberikan sebuah imbalan yang sesuai dengan prestasinya. Selain itu reward power juga bisa diartikan kemampuan dalam mengontrol distribusi dalam pemberian reward atau menawarkan pada grup lainnya. Contoh dari Reward Power adalah bisa dalam bentuk : Bintang emas untuk murid, gaji untuk karyawan, persetujuan sosial untuk subyek dalam eksperimen, positif feed back untuk karyawan, makanan untuk orang kelaparan, kebebasan untuk narapidana, dan bahkan bunuh diri untuk yang merasa hidupnya tersiksa.
3)      Legitimate Power (Kuasa yang sah) Legitimate power adalah Pemimpin memperoleh hak dari pemegang kekuatan untuk memerlukan dan menuntut ketaatan. Seseorang yang telah memiliki legitimate power, akan menuntut bawahan atau pengikutnya untuk selalu taat pada peraturannya. Karena legitimate power memiliki definisi lain, yaitu kekuatan yang bersumber dari otoritas yang dapat dipertimbangkan hak untuk memerlukan dan pemenuhan perintah. Contoh dari Legitimate Power adalah : Pegawai polisi mengatakan penonton untuk pindah jika berada dalam suatu konser/pertunjukan musik, dosen menunggu isi kelas diam dan tenang sebelum mengajarkan materinya.
4)      Expert power (Kekuasaan Pakar)Pengaruh berdasar pada kepercayaan target bahwa pemegang kekuatan memiliki keahlian dan kemampuan yang superior dalam bidangnya. Seseorang yang memang ahli dalam bidangnya, akan mudah untuk menguasai/ mempengaruhi orang lain.Para anggota dalam suatu kelompok, pasti memiliki skill dan kemampuan yang berbeda. Maka dari itulah, suatu kelompok tercipata untuk saling melengkapi kekurangan anggota kelompki lainnya.. Contoh dari expert power adalah : seorang pasien percaya pada hasil diagnose dokter atas pentakit yang dideritanya, seseorang percaya pada seorang ilmuwan pada bidang, karena ilmuwan tersebut telah membuktikan hasil penelitiaanya.
5)      Referent Power (Kekuasaan Rujukan) Pengaruh yang didasarkan pada pemilikan sumber daya atau ciri pribadi yang diinginkan oleh seseorang, berkembang dari rasa kagum terhadap orang lain, untuk menjadi seperti orang yang dikaguminya itu, dikarenakan adanya karisma. Selain itu, Referent power juga menjelaskan bagaimana karakteristik pemimpin (seberapa tinggi komitmen anggota tersebut pada kelompoknya) mengatur untuk menggunakan banyak kontrol dalam grup mereka. Siapakah anggota yang paling baik, paling disukai, paling dihargai dsb. Contoh dari referent power adalah : Misalnya seorang pengikut dalam suatu kelompok, sangat mengagumi ketua kelompoknya, karena ketua kelompoknya tersebut memiliki pribadi yang kompeten, baik hati, bersikap mengayomi kepada semua pengikutnya, dan tidak pernah bersikap otoriter.


Sumber :
Soerjono Soerkanto dan Agus Brotosusilo. R.A. Schermerhorn. (1986). Masyarakat dan Kekuasaan. Rajawali : Jakarta
Inu Kencana, (2000). Ilmu Politik, Pertja : Jakarta.
Thoha, (2008)Kepemimpinan Birokrasi, Alfabeta : Bandung,
        



Tugas Psikologi Manajemen III



1.   Mempengaruhi Perilaku
a)      Definisi Pengaruh
      Sebuah kekuasaan sangat berhubungan erat dengan pengaruh. Bahkan tidak sedikit dari kita yang menganggap bahwa antara kekuasaan dan pengaruh adalah sama. Sampai akhirnya beberapa ahli menguraikan keduanya berdasarkan pendapat apakah kekuasaan dan pengaruh merupakan dua konsep yang berbeda atau salah satu diantaranya merupakan konsep pokok dan yang lainnya merupakan bentuk khususnya.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi pengaruh:
# WIRYANTO
Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi.

# M. SUYANTO (AMIKOM YOGYAKARTA)
Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu

#ALBERT R. ROBERTS & GILBERT
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

#JON MILLER
Pengaruh merupakan komoditi berharga dalam dunia politik Indonesia.

#Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 849), 
Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.

b)     Kunci-kunci perubahan perilaku
            Perubahan perilaku individu selalu melalui proses belajar atau dikenal dengan istilah pembelajaran.
Tiga cara belajar yang sangat dominan dilakukan melalui Visualisasi/Imajinasi, Auditori, Kinestetik (VAK) dan lazimnya diawali dengan berpikir. Terbentuknya pola pikir seseorang atau individu, karena yang bersangkutan mempunyai akal atau daya pikir, yaitu potensi yang disiapkan untuk menerima ilmu pengetahuan. Pola pikir dapat menjadi sumber daya bagi organisasi atau rintangan yang mengurangi efektifitas organisasi. Belajar bagaimana proses berpikir, berpikir dan belajar akan menyelamatkan manusia dari lembah kehancuran dan mampu mendorong manusia pada kemajuan peradaban.
1.       Pribadi
Perilaku yang dimiliki orang setiap pribadi berbeda dan memiliki keadaan yang dibawa saat perkembangan seseorang berlangsung dimana adanya potensi, bakat, atau sifat dasar, kematangan, atau perangsangan dari lingkungan, menjadi muncul dan lebih terlihat oleh pribadi setiap orang.
2.       Keluarga
Keluarga bisa dikatakan sebagai salah satu factor perubahan perilaku yang dimiliki seseorang, karena keluarga adalah lingkungan yang setiap hari ditemui oleh setiap orang. Keeluaraga dapat dikatakan penyebab perubahan perilaku karena pembelajaran dan perkembangan setiap manusia didapat dari keluarga yang beraktifitas bersama setiap harinya sehingga tidak heran menjadi cerminan bagi setiap pribadi yang berperilaku baik atau buruknya.


3.       Lingkungan Sosial dan Dinamika Perubahan
Lingkungan sosial juga temasuk penyebab atau bisa dibilang sebagai kunci perubahan perilaku yang terjadi pada seseorang. Dengan segala kegiatan dan banyaknya anggota sebuah komunitas dalam suatu lingkungan sosial bisa merubah perilaku seseorang dengan sangat drastis, karena pengaruh apa yang diajarkan dan dipelajari dalam suatu komunitas/lingkungan sosial tersebut sangat jelas dan terkadang kita harus mengikutinya agar kita dapat selalu mengikuti segala rangkaian kegiatan yang ada dalam suatu lingkungan sosial tersebut.

c)      Model mempengaruhi perilaku dan peranannya dalam psikologi manajemen
            Cara mempengaruhi orang lain dengan dikemukakan oleh Aristotle yang menyatakan terdapat 3 pendekatan dasar dalam komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain, yaitu;
1)      Logical argument (logos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan argumentasi data-data yang ditemukan. Hal ini telah disinggung dalam komponen data.
2)      Psychological/emotional argument (pathos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan efek emosi positif maupun negatif. Misalnya, iklan yang menyenangkan, lucu dan membuat kita berempati termasuk menggunakan pendekatan psikologi argumen dengan efek emosi yang positif. Sedangkan iklan yang menjemukan, memuakkan bahkan membuat kita marah termasuk pendekatan psychological argument dengan efek emosi negatif.
3)      Argument based on credibility (ethos), yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh komunikate/ audience karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidangnya. Contoh, kita menuruti nasehat medis dari dokter, kita mematuhi ajakan dari seorang pemuka agama, kita menelan mentah-mentah begitu saja kuliah dari dosen. Hal ini semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang dalam bidangnya.

Sumber :
Griffin,Ricky W.(2004).Manajemen jilid 1 edisi 7.Jakarta : Erlangga
Sarwono, Sarlito W. (2005). Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Jakarta : Balai Pustaka
Pusat Bahasa Depdiknas. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka
http://carapedia.com/pengertian_definisi_pengaruh_info2117.html

Senin, 02 Desember 2013

Tugas Psikologi Lintas Budaya



          Kebudayaan Barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara memahami ilmu pengetahuan dan filsafat. Mereka melakukan berbagai macam cara diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan makna seperti apa yang sebenarnya murni/asli dari kesadaran. Mereka banyak belajar juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses belajar dan mengajar, para ahli kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam berceramah dan berdiskusi. Hal itu dilakukan karena pada akhirnya akan banyak yang mengikuti ajarannya.
          Kebudayaan Timur adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik yang mereka jalani dapat dicontohkan dengan cara menjaga pola makan dan minum ataupun makanan apa saja yang boleh dimakan dan minuman apa saja yang boleh diminum, karena hal tersebut dapat berpengaruh kepada pertumbuhan maupun terhadap fisik mereka sendiri. Sedangkan untuk pelatihan mental yaitu dapat berupa kegiatan yang umumnya/mayoritas dilakukan sendiri, seperti : bersemedi, bertapa, berdoa, beribadah dan lain sebagainya.
Perbedaan :
      ETIKA MORAL ATAU SOPAN SANTUN
Kalian pasti sudah tau akan hal yang satu ini dan jelas menjadi tolak ukur dari perbedaan kebudayaan tersebut.
Barat:
Kebudayaan barat terkenal akan kebebasannya. Mereka tidak terlalu memikirkan apa yang orang lain rasakan. Contoh: Mereka bebas berciuman dimana saja bahkan ditempat umum sekaligus.
Timur:
Inilah satu hal yang harus kita banggakan sebagai orang timur. karena nilai inilah yang masih dijunjung tinggi akan keberadaan kita disini. Orang timur dikenal dengan etika atau sopan santun yang sangat baik terutama di Indonesia. Tutur kata yang halus, prilaku yang menjunjung tinggi nilai agama masih lekat dibudaya timur, sehingga melakukan suatu kebebasan seperti budaya barat masih dirasa tabu di timur
·          FASILITAS & TEKNOLOGI
Dari segi ini jelas kita agak tertinggal jauh dari mereka. Orang barat bisa sudah bisa dibilang negara maju dan orang timur baru bisa dibilang negara berkembang.
Barat:
Teknologi yang mereka punya sangatlah canggih dan modern. mereka sudah bisa melakukan sesuatu secara instant, cepat dan tepat. Bahkan dari fasilitas, mereka selalu memberikan layanan yang terbaik untuk para penikmatnya. Dari segi Transportasi, Hotel, dll
Timur:
Orang timur cenderung masih memakai apa yang diajarkan nenek moyangnya dulu. mereka masih mempelajari ilmu dari turun temurun. Masih memakai cara tradisional untuk hal teknologi.
Untuk fasilitas, masih sangat tertinggal dari budaya barat.
·         ADAT ISTIADAT
Barat:
Sangat sedikit sekali adat istiadat di kebudayaan orang barat. karena mereka lebih mengenal budaya yang modern. Setidaknya hanya ada beberapa adat istiadat disetiap negaranya.
Timur:
Kebalikannya dari negara barat. Orang timur kental akan adat istiadatnya. apalagi di Indonesia. Ada beratus-ratus bahkan beribu-ribu adat isitiadat diberbagai wilayah.
·         CARA BERFIKIR
Barat:
Mereka berfikir lebih cepat dan tepat.Tidak bertele-tele ketika menyelesaikan masalah. Selalu berfikir kedepan dan memiliki visi dan misi yang jelas.
Timur:
Mungkin ada sebagian yang seperti orang barat cara berfikir orang timur. Tapi rata-rata, pola pikir orang timur lebih rumit. mereka lebih bertele-tele dalam melakukan sesuatu. Lebih suka mengulur-ulur pekerjaan dan masih banyak lagi.