2.
Kekuasaan
a.
Definisi Kekuasaan
Menurut
Beberapa ahli :
#Max
Webber
Kekuasaan adalah kesempatan seseorang
atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat
akan kemauan-kemauannya
sendiri, dengan sekaligus menerapkannya terhadap tindakan-tindakan
perlawanan
dari orang-orang atau golongan-golongan tertentu.
#Inu Kencana Syafiie
Kekuasaan adalah hasil pengaruh yang diinginkan
sesorang atau sekelompok orang. Kekuasaan
merupakan konsep kuiantitaif, karena
dapat dihitung hasilnya. Misalnya, berapa lias wilayah jajajahan,
berapa banyak
orang yenag berhasil dipengaruhi, berapa lama berkuasa, dll
Kekuasaan adalah
Kemampuan seseorang untuk memperoleh seuatu sesuai dengan cara yang
dikehendaki.
b.
Sumber-sumber
kekuasaan menurut French dan Raven
French dan Raven dalam Thoha yang dikutip
Harbani Pasolong membagi lima sumber kekuasaan :
1) Coercive Power
(Kuasa Paksaan) adalah kemampuan untuk menghukum atau memperlakukan seseorang
yang tidak melakukan permintaan atau perintah. Diperoleh dari salah satu
kapasitas untuk membagikan punishment pada mereka yang tidak mematuhi
permintaan atau perintah. Kekuasaan ini juga bisa dibilang kekuasaan karena
rasa takut oleh seseorang yang memiliki kuasa dalam suatu hal. Karena hal
itulah orang-orang yang menjadi bawahan atau pengikutnya, menjadi tunduk dan
mau untuk melakukan perintah yang diberikan oleh orang yg berkuasa itu. Karena
jika mereka tidak mengikuti apa yang diperintahkan, maka bawahan/pengkutnya
tersebut akan mendapatkan sebuah hukuman. Contoh dari Coercive power adalah : misal, seorang atasan memberikan pemotongan
gaji terhadap karyawan/bawahannya, karena bawahaanya tersebut telah melanggar
peraturan perusahaan, bahkan jika kesalahan bawahannya tersebut fatal, maka si
atasan akan melakukan pemecatan terhadapnya, atau seorang guru memberikan
hukuman terhadap siswanya, dengan memberikan tugas yang banyak. Menurut Molm,
1987,1988 Seseorang juga menggunakan Coersive
untuk mempengaruhi anggota grup lain, walaupun kebanyakan orang lebih memilih
untuk menggunakan reward power daripada
coersive power jika keduanya
tersedia.
2) Insentif Power (Reward Power)
Reward power adalah suatu sikap yang patuh /tunduk
yang dicapai berdasarkan kepatuhan/kemampuan untuk memberikan reward (imbalan)
agar dipandang orang lain berharga, Seseorang akan patuh terhadap orang lain,
jika dijanjikan akan diberikan sebuah imbalan yang sesuai dengan prestasinya.
Selain itu reward power juga bisa
diartikan kemampuan dalam mengontrol distribusi dalam pemberian reward atau menawarkan pada grup
lainnya. Contoh dari Reward Power
adalah bisa dalam bentuk : Bintang emas untuk murid, gaji untuk karyawan,
persetujuan sosial untuk subyek dalam eksperimen, positif feed back untuk karyawan, makanan untuk orang kelaparan, kebebasan
untuk narapidana, dan bahkan bunuh diri untuk yang merasa hidupnya tersiksa.
3) Legitimate Power
(Kuasa yang sah) Legitimate power
adalah Pemimpin memperoleh hak dari pemegang kekuatan untuk memerlukan dan
menuntut ketaatan. Seseorang yang telah memiliki legitimate power, akan menuntut bawahan atau pengikutnya untuk
selalu taat pada peraturannya. Karena legitimate
power memiliki definisi lain, yaitu
kekuatan yang bersumber dari otoritas yang dapat dipertimbangkan hak untuk
memerlukan dan pemenuhan perintah. Contoh dari Legitimate Power adalah : Pegawai polisi mengatakan penonton untuk
pindah jika berada dalam suatu konser/pertunjukan musik, dosen menunggu isi
kelas diam dan tenang sebelum mengajarkan materinya.
4) Expert power
(Kekuasaan Pakar)Pengaruh berdasar pada kepercayaan target bahwa pemegang
kekuatan memiliki keahlian dan kemampuan yang superior dalam bidangnya.
Seseorang yang memang ahli dalam bidangnya, akan mudah untuk menguasai/
mempengaruhi orang lain.Para anggota dalam suatu kelompok, pasti memiliki skill
dan kemampuan yang berbeda. Maka dari itulah, suatu kelompok tercipata untuk
saling melengkapi kekurangan anggota kelompki lainnya.. Contoh dari expert power adalah : seorang pasien
percaya pada hasil diagnose dokter atas pentakit yang dideritanya, seseorang
percaya pada seorang ilmuwan pada bidang, karena ilmuwan tersebut telah
membuktikan hasil penelitiaanya.
5) Referent Power
(Kekuasaan Rujukan) Pengaruh yang didasarkan pada pemilikan sumber daya atau
ciri pribadi yang diinginkan oleh seseorang, berkembang dari rasa kagum
terhadap orang lain, untuk menjadi seperti orang yang dikaguminya itu,
dikarenakan adanya karisma. Selain itu, Referent
power juga menjelaskan bagaimana karakteristik pemimpin (seberapa tinggi
komitmen anggota tersebut pada kelompoknya) mengatur untuk menggunakan banyak kontrol
dalam grup mereka. Siapakah anggota yang paling baik, paling disukai, paling
dihargai dsb. Contoh dari referent power
adalah : Misalnya seorang pengikut dalam suatu kelompok, sangat mengagumi ketua
kelompoknya, karena ketua kelompoknya tersebut memiliki pribadi yang kompeten,
baik hati, bersikap mengayomi kepada semua pengikutnya, dan tidak pernah
bersikap otoriter.
Sumber
:
Soerjono Soerkanto dan Agus Brotosusilo. R.A. Schermerhorn. (1986). Masyarakat dan
Kekuasaan. Rajawali : Jakarta
Inu Kencana, (2000). Ilmu
Politik, Pertja : Jakarta.
Thoha, (2008)Kepemimpinan Birokrasi, Alfabeta : Bandung,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar