1. Mempengaruhi Perilaku
a)
Definisi Pengaruh
Sebuah
kekuasaan sangat berhubungan erat dengan pengaruh. Bahkan tidak sedikit dari
kita yang menganggap bahwa antara kekuasaan dan pengaruh adalah sama. Sampai
akhirnya beberapa ahli menguraikan keduanya berdasarkan pendapat apakah
kekuasaan dan pengaruh merupakan dua konsep yang berbeda atau salah satu
diantaranya merupakan konsep pokok dan yang lainnya merupakan bentuk khususnya.
Berikut ini adalah
pengertian dan definisi pengaruh:
#
WIRYANTO
Pengaruh
merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri
lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang
dipengaruhi.
#
M. SUYANTO (AMIKOM YOGYAKARTA)
Pengaruh
merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
Pengaruh merupakan komoditi berharga dalam dunia politik Indonesia.
Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.
b)
Kunci-kunci perubahan perilaku
Perubahan perilaku individu selalu
melalui proses belajar atau dikenal dengan istilah pembelajaran.
Tiga
cara belajar yang sangat dominan dilakukan melalui Visualisasi/Imajinasi,
Auditori, Kinestetik (VAK) dan lazimnya diawali dengan berpikir. Terbentuknya
pola pikir seseorang atau individu, karena yang bersangkutan mempunyai akal
atau daya pikir, yaitu potensi yang disiapkan untuk menerima ilmu pengetahuan.
Pola pikir dapat menjadi sumber daya bagi organisasi atau rintangan yang
mengurangi efektifitas organisasi. Belajar bagaimana proses berpikir, berpikir
dan belajar akan menyelamatkan manusia dari lembah kehancuran dan mampu
mendorong manusia pada kemajuan peradaban.
1. Pribadi
Perilaku yang dimiliki orang setiap
pribadi berbeda dan memiliki keadaan yang dibawa saat perkembangan seseorang
berlangsung dimana adanya potensi, bakat, atau sifat dasar, kematangan, atau
perangsangan dari lingkungan, menjadi muncul dan lebih terlihat oleh pribadi
setiap orang.
2. Keluarga
Keluarga bisa dikatakan sebagai salah
satu factor perubahan perilaku yang dimiliki seseorang, karena keluarga adalah
lingkungan yang setiap hari ditemui oleh setiap orang. Keeluaraga dapat
dikatakan penyebab perubahan perilaku karena pembelajaran dan perkembangan
setiap manusia didapat dari keluarga yang beraktifitas bersama setiap harinya
sehingga tidak heran menjadi cerminan bagi setiap pribadi yang berperilaku baik
atau buruknya.
3. Lingkungan
Sosial dan Dinamika Perubahan
Lingkungan sosial juga temasuk penyebab
atau bisa dibilang sebagai kunci perubahan perilaku yang terjadi pada
seseorang. Dengan segala kegiatan dan banyaknya anggota sebuah komunitas dalam
suatu lingkungan sosial bisa merubah perilaku seseorang dengan sangat drastis,
karena pengaruh apa yang diajarkan dan dipelajari dalam suatu
komunitas/lingkungan sosial tersebut sangat jelas dan terkadang kita harus
mengikutinya agar kita dapat selalu mengikuti segala rangkaian kegiatan yang
ada dalam suatu lingkungan sosial tersebut.
c)
Model mempengaruhi perilaku dan peranannya dalam psikologi manajemen
Cara mempengaruhi orang lain
dengan dikemukakan oleh Aristotle yang menyatakan terdapat 3 pendekatan
dasar dalam komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain, yaitu;
1) Logical argument
(logos),
yaitu penyampaian ajakan menggunakan argumentasi data-data yang ditemukan. Hal
ini telah disinggung dalam komponen data.
2) Psychological/emotional argument
(pathos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan
efek emosi positif maupun negatif. Misalnya, iklan yang menyenangkan, lucu dan
membuat kita berempati termasuk menggunakan pendekatan psikologi argumen dengan
efek emosi yang positif. Sedangkan iklan yang menjemukan, memuakkan bahkan
membuat kita marah termasuk pendekatan psychological argument dengan efek emosi
negatif.
3) Argument based on credibility (ethos),
yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh komunikate/ audience karena
komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidangnya. Contoh, kita
menuruti nasehat medis dari dokter, kita mematuhi ajakan dari seorang pemuka
agama, kita menelan mentah-mentah begitu saja kuliah dari dosen. Hal ini
semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang dalam bidangnya.
Sumber
:
Griffin,Ricky W.(2004).Manajemen jilid 1 edisi 7.Jakarta
: Erlangga
Sarwono,
Sarlito W. (2005). Psikologi Sosial
(Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Jakarta : Balai Pustaka
Pusat Bahasa Depdiknas. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga).
Jakarta: Balai Pustaka
http://carapedia.com/pengertian_definisi_pengaruh_info2117.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar