Kaitan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi
manusia
Di
zaman modern ini perkembangan teknologi sangatlah pesat sehingga bukan hal yang
tidak mungkin apabila dua bidang yaitu IT dengan psikologi saling keterkaitan.
Dalam hal membuat suatu terobosan baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah
terpikirkan atau terbayakan akan tetapi buktinya seperti contoh halnya yang
akan saya bahas kali ini mengenai arsitektur komputer dan struktur kognisi
manusia.
Arsitek Komputer
Arsitektur komputer adalah suatu
konsep yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengaturan dan evaluasi yang
dilakukan untuk menjalankan sistem yang telah dibuat supaya dapat digunakan.
Dalam "mengoperasikan" arsitektur komputer ini dibutuhkan beberapa
komponen, yang diantaranya adalah arsitektur set instruksi yang berupa program
dan arsitektur sistem hardware yang berupa perangkat keras atau hardware.
Sebuah
perencanaan sistem melalui tahap sebagai berikut :
- Tingkat 1 : Ide, menyadari akan suatu hal dan menginginkan perubahan
- Tingkat 2 : Design, merancang apa yang dipikirkan
- Tingkat 3 : Pelaksanaan, menuangkan rancangan ke dalam suatu sistem
- Tingkat 4 : Kontrol, memeriksa apalah sistem yang dibuat dapat dijalankan
- Tingkat 5 : Evaluasi, memeriksa kembali sistem yang telah berjalan
- Tingkat 6 :Tindak lanjut, menindak lanjuti apa yang telah dievaluasi.
Kognisi
Manusia dan Kaitannya Dengan Arsitektur Komputer
Kognisi adalah aktivitas mental yang
mencakup proses pemerolehan, penyimpanan dan transformasi informasi menjadi
pengetahuan. Dimulai dengan tahap pengenalan pola lalu dilanjutkan dengan
memeriksa memori dan melalukan metakognisi dan selanjutnya mengambil keputusan.
Neisser mendefinisikan kognisi sebagai
keseluruhan proses yang dimulai dengan proses pengubahan stimulus sensorik yang
diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan dan kemudian digunakan kembali.
Kognitif menekankan perubahan proses
dan kesadaran dalam struktur kognitif manusia. Maksudnya, informasi yang
diterima (proses penerimaan atau receives) oleh manusia melalui
sensori-nya akan diubah (menyimpan dan mentransformasi), dikurangi, dimaknai,
disimpan dan kemudian digunakan kembali (memanggil atau recall) sebagai
pengetahuan. Setiap tahapan akan menimbulkan respon yang berbeda namun saling
berhubungan.
Jika diperhatikan ternyata proses
pengolahan informasi yang terjadi di otak manusia sama halnya dengan
penyimpanan atau proses yang dilalui oleh informasi dalam komputer. Seperti
yang dikemukakan oleh Kenneth Craik bahwa otak manusia seperti komputer karna
mampu menjiplak dan menyamai kegiatan diluar.
Berikut ini penjelasannya. Informasi
yang diterima oleh kognisi dari stimulus sensori melalui panca indera merupakan
input. Lalu diproses, disimpan dalam memori jangka pendek (short term
memory) atau memori jangka panjang (long term memory) yang merupakan
proses storage. Kemudian dikeluarkan (output) sebagai informasi
atau pengetahuan. Begitu juga arsitektur komputer, komputer menerima informasi
(input) dari perangkat berupa keyboard, speaker dan lain sebaginya.
Kemudian informasi yang diterima diproses (storage) di dalam Hard
disk kemudian dikeluarkan (output) dalam bentuk tulisan atau suara.
Kognisi manusia menggunakan istilah
HIP atau Human Information Process untuk menjelaskan proses tersebut.
Semetara kaitan antara kognitif manusia dengan arsitektur komputer dikenal
dengan istilah CBIS atau Computer Based Information System.
CBIS ini setidaknya membutuhkan
hardware, software, datam prosedur dan manusia sebagai pengolahnya. Yang
tergambar dalam skema berikut ini :
Kelebihan
dan Kelemahan Arsitektur Komputer Dibandingkan Dengan Kognisi Manusia
1.
Kelebihan
a. Arsitektur Komputer
· Informasi yang sudah tersimpan tidak
tercampur dengan informasi yang lainnya
· Tidak membutuhkan waktu yang lama
untuk memunculkannya kembali
· Multi user, artinya sistem ini dapat
digunakan oleh beberapa orang dalam waktu yang bersamaan
· Dapat membuka beberapa aplikasi
dalam waktu yang bersamaan
· Menggunakan teknologi time-sharing
b. Kognisi Manusia
· Struktur kognisi lebih sistematis
sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
· Banyak memberi motivasi agar terjadi
proses belajar
· Mengoptimalisasikan kerja otak
secara maksimal
2.
Kekurangan
a. Arsitek Komputer
·
Memerlukan tempat yang besar untuk
menyimpan
·
Harganya mahal
·
Membutuhkan waktu yang lama dalam
memproses serta daya listrik yang besar
b. Kognisi Manusia
· Membutuhkan waktu yang cukup lama
· Terkadang sulit mengaplikasikannya
dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam
mengoptimalkan cara berpikir mereka.
Sumber :
·
H.S, D. Suryadi. (1994). Pengantar
Arsitektur Komputer. Depok: Gunadarma
·
Solso, R., Maclin, O.H., Maclin, M.K.
(2007). Psikologi Kognitif edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga
·
Yulita, Ririn. (2013). Arsitek Komputer
dan Kognisi Manusia. http://ririnyp.wordpress.com/2013/09/27/arsitektur-komputer-dan-struktur-kognisi-manusia-2/.
Diakses pada tanggal 10 Oktober 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar