Minggu, 12 Oktober 2014

Sistem Informasi Psikologi (Tugas 1)



Kaitan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia
          Di zaman modern ini perkembangan teknologi sangatlah pesat sehingga bukan hal yang tidak mungkin apabila dua bidang yaitu IT dengan psikologi saling keterkaitan. Dalam hal membuat suatu terobosan baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan atau terbayakan akan tetapi buktinya seperti contoh halnya yang akan saya bahas kali ini mengenai arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia.

Arsitek Komputer
          Arsitektur komputer adalah suatu konsep yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengaturan dan evaluasi yang dilakukan untuk menjalankan sistem yang telah dibuat supaya dapat digunakan. Dalam "mengoperasikan" arsitektur komputer ini dibutuhkan beberapa komponen, yang diantaranya adalah arsitektur set instruksi yang berupa program dan arsitektur sistem hardware yang berupa perangkat keras atau hardware.
Sebuah perencanaan sistem melalui tahap sebagai berikut :
  1. Tingkat 1 : Ide, menyadari akan suatu hal dan menginginkan perubahan
  2. Tingkat 2 : Design, merancang apa yang dipikirkan
  3. Tingkat 3 : Pelaksanaan, menuangkan rancangan ke dalam suatu sistem
  4. Tingkat 4 : Kontrol, memeriksa apalah sistem yang dibuat dapat dijalankan 
  5. Tingkat 5 : Evaluasi, memeriksa kembali sistem yang telah berjalan
  6. Tingkat 6 :Tindak lanjut, menindak lanjuti apa yang telah dievaluasi.
Kognisi Manusia dan Kaitannya Dengan Arsitektur Komputer
          Kognisi adalah aktivitas mental yang mencakup proses pemerolehan, penyimpanan dan transformasi informasi menjadi pengetahuan. Dimulai dengan tahap pengenalan pola lalu dilanjutkan dengan memeriksa memori dan melalukan metakognisi dan selanjutnya mengambil keputusan.
          Neisser mendefinisikan kognisi sebagai keseluruhan proses yang dimulai dengan proses pengubahan stimulus sensorik yang diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan dan kemudian digunakan kembali.
          Kognitif menekankan perubahan proses dan kesadaran dalam struktur kognitif manusia. Maksudnya, informasi yang diterima (proses penerimaan atau receives) oleh manusia melalui sensori-nya akan diubah (menyimpan dan mentransformasi), dikurangi, dimaknai, disimpan dan kemudian digunakan kembali (memanggil atau recall) sebagai pengetahuan. Setiap tahapan akan menimbulkan respon yang berbeda namun saling berhubungan.
          Jika diperhatikan ternyata proses pengolahan informasi yang terjadi di otak manusia sama halnya dengan penyimpanan atau proses yang dilalui oleh informasi dalam komputer. Seperti yang dikemukakan oleh Kenneth Craik bahwa otak manusia seperti komputer karna mampu menjiplak dan menyamai kegiatan diluar.
          Berikut ini penjelasannya. Informasi yang diterima oleh kognisi dari stimulus sensori melalui panca indera merupakan input. Lalu diproses, disimpan dalam memori jangka pendek (short term memory) atau memori jangka panjang (long term memory) yang merupakan proses storage. Kemudian dikeluarkan (output) sebagai informasi atau pengetahuan. Begitu juga arsitektur komputer, komputer menerima informasi (input) dari perangkat berupa keyboard, speaker dan lain sebaginya. Kemudian informasi yang diterima diproses (storage) di dalam Hard disk kemudian dikeluarkan (output) dalam bentuk tulisan atau suara.
          Kognisi manusia menggunakan istilah HIP atau Human Information Process untuk menjelaskan proses tersebut. Semetara kaitan antara kognitif manusia dengan arsitektur komputer dikenal dengan istilah CBIS atau Computer Based Information System.
          CBIS ini setidaknya membutuhkan hardware, software, datam prosedur dan manusia sebagai pengolahnya. Yang tergambar dalam skema berikut ini :
Kelebihan dan Kelemahan Arsitektur Komputer Dibandingkan Dengan Kognisi Manusia
  1.     Kelebihan
a.  Arsitektur Komputer
·      Informasi yang sudah tersimpan tidak tercampur dengan informasi yang lainnya
·      Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memunculkannya kembali
·      Multi user, artinya sistem ini dapat digunakan oleh beberapa orang dalam waktu yang bersamaan
·      Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang bersamaan
·      Menggunakan teknologi time-sharing
b.  Kognisi Manusia
·      Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
·      Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
·      Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal

  2.    Kekurangan
a.  Arsitek Komputer
·      Memerlukan tempat yang besar untuk menyimpan
·      Harganya mahal
·      Membutuhkan waktu yang lama dalam memproses serta daya listrik yang besar
b.  Kognisi Manusia
·      Membutuhkan waktu yang cukup lama
·      Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.

Sumber :
·         H.S, D. Suryadi. (1994). Pengantar Arsitektur Komputer. Depok: Gunadarma
·         Solso, R., Maclin, O.H., Maclin, M.K. (2007). Psikologi Kognitif edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga
·         Yulita, Ririn. (2013). Arsitek Komputer dan Kognisi Manusia. http://ririnyp.wordpress.com/2013/09/27/arsitektur-komputer-dan-struktur-kognisi-manusia-2/. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2014  http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar