Senin, 27 Oktober 2014

Tugas II Sistem Informasi Psikologi



Data Base
                Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal yang di luar bidang elektronika, artikel mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi danm kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. Database adalah kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan/atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut.

·         Era Permulaan Data Base
            Era permulaan data base ditandai dengan;
1.      Pengulangan data
2.      Ketergantungan data
3.      Kepemilikan data yang tersebar 

·         Konsep Data Base
            Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai dengan menempatkan spesifikasi dalam tabel dan kamus yang terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.

·         Struktur Data Base
            Saat mengadopsi konsep database, Struktur Database menjadi :
1.      Database
2.      File
3.      Catatan
4.      Elemen data 

·         Keunggulan dan Kelemahan Data Base
            Keunggulan:
1.      Mengurangi kerangkapan data
2.      Mencapai independensi data
3.      Mengintegrasi data dari beberapa file
4.      Mengambil data dan informasi secara cepat
5.      Meningkatkan keamanan data
6.      Memelihara konsistensi data
7.      Manipulasi data lebih canggih
8.      Mudah untuk digunakan
9.      Mudah untuk di akses

            Kelemahan:
1.      Perangkat lunak yang mahal
2.      Konfigurasi perangkat keras yang besar
3.      Mempertahankan staff Database Administrator
4.      Sistem lebih rumit, jadi memerlukan tenaga ahli dalam disain, program dan implementasi
5.      Lebih mahal
6.       Proses pemeliharaan dapat memakan waktu karena ukurannya yang besar
7.      Proses back up data memakan waktu

Data Base Manajemen Sistem
      Database Manajemen Sistem adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Database Manajemen Sistem  merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. Database Manajemen Sistem juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah. DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data. Untuk merinteraksi dengan DBMS (basis data) menggunakan bahasa basis data yang telah ditentukan oleh perusahaan DBMS. Bahasa basis data biasanya terdiri atas perintah-perintah yang di formulasikan sehingga perintah tersebut akan diproses olah DBMS. Perintah-perintah biasanya ditentukan oleh user.
Ada 2 bahasa basis data:
   1.      Data Definition Language (DDL)
DDL digunakan untuk menggambarkan desain basis data secara keseluruhan. DDL digunakan untuk membuat tabel baru, menuat indeks, ataupun mengubah tabel. Hasil kompilasi DDL disimpan di kamus data.
   2.      Data Manipulation Language (DML)
DML digunakan untuk melakukan menipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data seperti penambahan data baru ke dalam basis data, menghapus data dari suatu basis data dan pengubahan data di suatu basis data.
Salah satu tujuan dari DBMS adalah memberikan tampilan kepada pengguna dalam hal menyampaikan data. Untuk itu dalam DBMS terdapat Level Abstraksi Data. Level ini berguna untuk menyembunyikan detail atau kompleksitasnya basis data seperti bagaimana data disempan dan diolah. Sehingga pengguna hanya melihat tampilan yag dibutuhkan oleh pengguna.
   1.      Level fisik
Level fisik merupakan level yang paling bawah. Pada level ini memperlihatkan bagaimana sesungguhnya data disimpan.
   2.      Level Konseptual
Level ini menggambarkan bagaimana sebenarnya basis dta disimpan dan berhubungan dengan data lainnya  
   3.      Level View
Level abstaraksi ini hanya menunjukkan sebagian dari basis data.  Pada umumnya pengguna tidak melibatkan secara langsung sehingga pengguna hanya melihat data sesuai dengan yang dibutuhkan

Sumber:
·         E.S Margianti dan D. Suryadi H.S. 1994. Sistem Informasi Manajemen. Depok: Modul Pembelajaran Gunadarma.
·         materikuliahti.com/sistem-berkas/model-data-hirarkis.html

 

Minggu, 12 Oktober 2014

Sistem Informasi Psikologi (Tugas 1)



Kaitan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia
          Di zaman modern ini perkembangan teknologi sangatlah pesat sehingga bukan hal yang tidak mungkin apabila dua bidang yaitu IT dengan psikologi saling keterkaitan. Dalam hal membuat suatu terobosan baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan atau terbayakan akan tetapi buktinya seperti contoh halnya yang akan saya bahas kali ini mengenai arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia.

Arsitek Komputer
          Arsitektur komputer adalah suatu konsep yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengaturan dan evaluasi yang dilakukan untuk menjalankan sistem yang telah dibuat supaya dapat digunakan. Dalam "mengoperasikan" arsitektur komputer ini dibutuhkan beberapa komponen, yang diantaranya adalah arsitektur set instruksi yang berupa program dan arsitektur sistem hardware yang berupa perangkat keras atau hardware.
Sebuah perencanaan sistem melalui tahap sebagai berikut :
  1. Tingkat 1 : Ide, menyadari akan suatu hal dan menginginkan perubahan
  2. Tingkat 2 : Design, merancang apa yang dipikirkan
  3. Tingkat 3 : Pelaksanaan, menuangkan rancangan ke dalam suatu sistem
  4. Tingkat 4 : Kontrol, memeriksa apalah sistem yang dibuat dapat dijalankan 
  5. Tingkat 5 : Evaluasi, memeriksa kembali sistem yang telah berjalan
  6. Tingkat 6 :Tindak lanjut, menindak lanjuti apa yang telah dievaluasi.
Kognisi Manusia dan Kaitannya Dengan Arsitektur Komputer
          Kognisi adalah aktivitas mental yang mencakup proses pemerolehan, penyimpanan dan transformasi informasi menjadi pengetahuan. Dimulai dengan tahap pengenalan pola lalu dilanjutkan dengan memeriksa memori dan melalukan metakognisi dan selanjutnya mengambil keputusan.
          Neisser mendefinisikan kognisi sebagai keseluruhan proses yang dimulai dengan proses pengubahan stimulus sensorik yang diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan dan kemudian digunakan kembali.
          Kognitif menekankan perubahan proses dan kesadaran dalam struktur kognitif manusia. Maksudnya, informasi yang diterima (proses penerimaan atau receives) oleh manusia melalui sensori-nya akan diubah (menyimpan dan mentransformasi), dikurangi, dimaknai, disimpan dan kemudian digunakan kembali (memanggil atau recall) sebagai pengetahuan. Setiap tahapan akan menimbulkan respon yang berbeda namun saling berhubungan.
          Jika diperhatikan ternyata proses pengolahan informasi yang terjadi di otak manusia sama halnya dengan penyimpanan atau proses yang dilalui oleh informasi dalam komputer. Seperti yang dikemukakan oleh Kenneth Craik bahwa otak manusia seperti komputer karna mampu menjiplak dan menyamai kegiatan diluar.
          Berikut ini penjelasannya. Informasi yang diterima oleh kognisi dari stimulus sensori melalui panca indera merupakan input. Lalu diproses, disimpan dalam memori jangka pendek (short term memory) atau memori jangka panjang (long term memory) yang merupakan proses storage. Kemudian dikeluarkan (output) sebagai informasi atau pengetahuan. Begitu juga arsitektur komputer, komputer menerima informasi (input) dari perangkat berupa keyboard, speaker dan lain sebaginya. Kemudian informasi yang diterima diproses (storage) di dalam Hard disk kemudian dikeluarkan (output) dalam bentuk tulisan atau suara.
          Kognisi manusia menggunakan istilah HIP atau Human Information Process untuk menjelaskan proses tersebut. Semetara kaitan antara kognitif manusia dengan arsitektur komputer dikenal dengan istilah CBIS atau Computer Based Information System.
          CBIS ini setidaknya membutuhkan hardware, software, datam prosedur dan manusia sebagai pengolahnya. Yang tergambar dalam skema berikut ini :
Kelebihan dan Kelemahan Arsitektur Komputer Dibandingkan Dengan Kognisi Manusia
  1.     Kelebihan
a.  Arsitektur Komputer
·      Informasi yang sudah tersimpan tidak tercampur dengan informasi yang lainnya
·      Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memunculkannya kembali
·      Multi user, artinya sistem ini dapat digunakan oleh beberapa orang dalam waktu yang bersamaan
·      Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang bersamaan
·      Menggunakan teknologi time-sharing
b.  Kognisi Manusia
·      Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
·      Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
·      Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal

  2.    Kekurangan
a.  Arsitek Komputer
·      Memerlukan tempat yang besar untuk menyimpan
·      Harganya mahal
·      Membutuhkan waktu yang lama dalam memproses serta daya listrik yang besar
b.  Kognisi Manusia
·      Membutuhkan waktu yang cukup lama
·      Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.

Sumber :
·         H.S, D. Suryadi. (1994). Pengantar Arsitektur Komputer. Depok: Gunadarma
·         Solso, R., Maclin, O.H., Maclin, M.K. (2007). Psikologi Kognitif edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga
·         Yulita, Ririn. (2013). Arsitek Komputer dan Kognisi Manusia. http://ririnyp.wordpress.com/2013/09/27/arsitektur-komputer-dan-struktur-kognisi-manusia-2/. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2014  http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi