Minggu, 19 April 2015

Tugas II Pengembangan Kreativitas & Keberbakatan



Tugas Diskusi Kelompok
Kelas : 1PA02
Nama Kelompok :
  1. Fajar Dwi Cahyani (19511212)
  2. Febriyanti Ramadhani Ismail (12511790)
  3. Shella Fathia Annisa (18511854)
  4. Tri Lestari (19511460)

Minggu, 29 Maret 2015

Tugas I Pengembangan Kreativitas & Keberbakatan



Jujur saja saya masih bingung akan passion saya itu apa tetapi saya suka sekali membaca sampai kalau sudah membaca tidak ingat waktu dan tempat. Setiap saya membaca novel saya tidak bisa berhenti membaca setiap lembarnya karena saya begitu penasaran dengan ceritanya. Dari hobby membaca itu saya jadi suka menulis, tulisan yang sering saya tulis itu bentuknya cerita pendek. Bisa dari pengalaman pribadi saya sendiri maupun dari teman-teman saya. Tetapi saya tidak percaya diri akan tulisan saya sehingga cerita-cerita tersebut hanya ada di komputer saya dan buku-buku saya saja.

Minggu, 11 Januari 2015

Tugas IV



Sistem Informasi Psikologi
   a.       Definisi Sistem Informasi
            Menurut John F. Nash (1995) yang diterjemahkan oleh La Midjan dan Azhar Susanto, menyatakan bahwa Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
            Menurut Mc Leod, Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi
            Menurut Gordon B. Davis sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima masukan data dan intruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan intruksi dan mengeluarkannya. selain itu, menurut Tafri sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan infromasi yang terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya.



   b.      Definisi Psikologi
            Psikologi berasal dari perkataan Yunani yaitu “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis (arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat di sebut ilmu jiwa. Beberapa ahli juga mendifinisikan psikologi sebagai berikut:
·         Wilhem Wundt & E.B Titchener
 Psikologi adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling), dan kehendak.
·         Allport
Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung.
·         Menurut Murphy (dalam Sarwono, 2010) Psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

   c.       Definisi Sistem Informasi Psikologi
            Pengertian sistem informasi psikologi  menurut saya yaitu, suatu bidang psikologi yang mempelajari suatu koordinasi sistem informasi pada diri  manusia yang mempengaruhi perilaku manusia sehari - hari serta berkaitan dengan sistem kognitif manusia dalam mengintergritas (sistem) berbagai informasi kemudian diolah sehingga menjadi sebuah kesatuan informasi.
            Contohnya yaitu ketika kita menerima suatu stimulus melalui indera perasa kita pada saat terkena suatu benda, kemudian rasa itu dikirim ke susunan saraf pusat untuk diolah dan diintrepetasikan. jika informasi rasa diintepretasikan sebagai rasa yang tidak menyenangkan (sakit) atau dianggap sesuatu yang menyakitkan maka, yang akan muncul adalah rasa sakit ekspresi yang muncul adalah sedih, atau teriak "awww!". interpretasi yang telah dirasakan tadi bukan bagian dari sensasi melainkan sudah menjadi persepsi. sensasi dan persepsi merupakan bagian yang dari sistem pengolahan informasi dari rangsangan stimulus yang dikoordinir oleh otak. jadi itulah contoh kasus penerapan sistem informasi dalam bidang psikologi, terutama dalam bidang psikologi kognitif.

Sumber :
·         Gaol, C. J. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan    aplikasi. Jakarta: PT. Grasindo.
·         Riyanti, D. B.P. (1996). Psikologi umum 1.Jakarta: Universitas Gunadarma
·         Sarwono, W. S. (2010). Pengantar psikologi umum. Jakarta: Rajawali Pers

Kamis, 11 Desember 2014

Tugas III Sistem Informasi Psikologi



Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
1.      Maksud pembuatan keputusan dan teori-teori yang menjelaskan
      Menurut Mat dan Watson, Sistem Penunjang Keputusan (SPK) merupakan suatu sistem interaktif yang membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur. Sedangkan menurut Moore dan Chang, SPK adalah sistem yang dapat dikembangkan, mampu mendukung analisis data dan pemodelan keputusan, berorientasi pada perencanaan masa mendatang, serta tidak bisa direncanakan interval (periode) waktu pemakaiannya. Bonezek, Hosapple dan Whinston mendefinisikan SPK sebagai suatu sistem yang berbasiskan komputer yang terdiri dari 3 komponen yang berinteraksi satu dengan yang lainnya, yaitu:
·   Language system, adalah suatu mekanisme untuk menjembatani (interface) pemakai dan komponen lainnya.
·      Knowledge system, adalah repositori pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tertentu baik berupa data maupun prosedur.
·      Problem processing system, adalah sebagai penghubung kedua komponen lainnya, berisi satu atau beberapa kemampuan manipulasi atau menyediakan masalah secara umum, yang diperlukan dalam pengambilan keputusan.
2.      Konsep pengertian dasar dan tujuan SPK
Konsep DSS dimulai pada akhir tahun 1960-an dengan timesharing komputer. Untuk pertama kalinya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan komputer tanpa harus melalu spesialis informasi.

Tujuan SPK :
Menurut Peter G.W. Keen dan Scott Morton, ada tiga tujuan, antara lain:
1.         Membantu manajer membut keputusan untuk memecahkan masalah semiterstruktur.
2.          Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3.          Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

3.      Model SPK
Seperti halnya model SIA dan SIM, struktur yang serupa dapat digunakan untuk model DSS. Data dan informasi dimasukkan kedalam database dari lingkungan perusahaan. Isi database digunakan oleh tiga subsistem perangkat lunak:
1.      Perangkat Lunak Penulis Laporan; menghasilkan laporan periodik maupun laporan khusus. Laporan periodik disiapkan sesuai jadwal tertentu, contohnya analisis penjualan bulanan menurut pelanggan. Laporan khusus disiapkan sebagai jawaban atas kebutuhan informasi yang tak terduga maupun sesuatu yang luar biasa terjadi, contohnya adalah laporan kecelakaan, atau yang lainnya.
2.      Model Matematika; menghasilkan informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan satu atau beberapa komponen dari sistem fisik perusahaan.
3.      Perangkat Lunak GDSS (Group Decision Support System); memungkinkan bebarapa pemecahan masalah, bekerjasama sebagai suatu kelompok mencapai solusi.

4.      Pemodelan matematis serta keuntungan dan kerugian SPK
Pemodelan matematis terbagi menjadi tiga, yaitu :
1.      Model Statis atau Dinamis
Model Statis tidak menyertakan waktu sebagai variabel, model yang berkaitan dengan suatu situasi pada satu titik waktu tertentu, seperti suatu foto. Sedangkan Model Dinamis menyertakan waktu sebagai variabel, dan menggambarkan perilaku entitas dari waktu ke waktu, seperti suatu film
2.      Model Probabilistik atau Deterministik
Model Probabililistik mencakup peluang terjadinya sesuatu, yang berkisar antara 0,00 (sesuatu yang sama sekali tidak mungkin) hingga 1,00 (sesuatu yang pasti). Sedangkan model yang sebaliknya adalah Model Deterministik
3.      Model Optimisasi dan Model Suboptimisasi
Model Optimisasi adalah model yang memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif, dimana masalahnya harus terstruktur sangat baik. Model Suboptimisasi, sering disebut satisficing model, yang memungkinkan manajer memasukkan serangkaian keputusan dan model akan memproyeksikan hasilnya, dimana model tersebut menyerahkan tugas kepada manajer untuk mengidentifikasi keputusan yang akan menghasilkan hasil terbaik.
Keuntungan dan Kerugian
+        Memperluas kemampuan pengambilan keputusan dalam memproses data/informasi bagi pemakainya.
+  Membantu pengambilan keputusan dalam hal penghematan waktu yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
+        Dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
+  Dapat menyediakan bukti tambahan untuk memberikan bukti tambahan untuk memberikan pembenaran sehingga posisi pengambil keputusan.

−    Kesulitan pembuatan model sistem bisnis, akan mengahasilkan suatu model yang tidak menangkap semua pengaruh pada entitas.
−        Diperlukan keahlian matematika tingkat tinggi, untuk mengembangkan sendiri model-model yang lebih kompleks, keahlian itu juga diperlukan untuk menafsirkan output secara tepat.
5.      SPK berkelompok
SPK berkelompok biasa juga disebut sebagai GDSS yaitu Sistem Pendukung Keputusan kelompok yang berusaha memperbaiki komunikasi di antara para anggota kelompok dengan menyediakan lingkungan yang mendukung para pengambil keputusan dengan menyediakan perangkat lunak GDSS yang disebut groupware

6.      Peranan SPK dalam pemecahan masalah
Sistem Penunjang Keputusan (SPK) mempunyai peran yang cukup penting dalam menyelesaikan suatu masalah yang dialami perusahaan. SPK dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah, karena SPK membagi masalah menjadi beberapa struktur untuk membantu manajer mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan keputusan yang tepat.

Sumber :
· McLeod, Raymond Jr. (2001).Sistem Informasi Manajemen Jilid 2. Jakarta: PT             Prenhallindo
· Amardyah Amborowati (2005). Modul Praktikum Teknik Industri III. Universitas         Widyatama. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Berprestasi             Berdasarkan Kinerja.
· Vitari, Aulia & Muhammad Said Hasibuan. (2003).  Sistem Penunjang Keputusan       Penerimaan Beasiswa Menggunakan Analytical Hierarchy Process. Jurnal    Teknologi Informatika