Kamis, 28 Maret 2013

Kesehatan Mental


Tulisan 1
Konsep Sehat.
Berabad-abad lalu, sehat diartikan sebagai kondisi yang normal dan alami. Sehat sendiri bersifat dinamis yang statusnya terus menerus berubah. Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Sehat yaitu suatu kondisi yang bebas dari berbagai jenis penyakit baik secara fisik, mental, maupun social. Secara umum, ada beberapa definisi sehat yang dapat dijadikan sebagai acuan :
  1. Menurut WHO, sehat adalah keadaan keseimbangan yang sempurna, baik fisik, mental dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan.
  2. Menurut Parson, sehat adalah kemampuan optimal individu untuk menjalankan peran dan tugasnya secara efektif.
  3. Menurut Undang-Undang Kesehatan RI No. 23 Tahun 1992, Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. 
  4. Menurut White (1977), Sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan.
  5. Menurut Pepkin’s, Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.
  6. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.

Sumber :
Etjang, Indran, dr. (2000). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakrta. PT. Citra Aditya Bakti.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Kesehatan mental? jika mendengar dua kata tersebut, mungkin banyak orang yang belum mengerti apa itu kesehatan mental dan bagaimana asal usul atau sejarahnya sampai ada pembelajaran tentang kesehatan mental khususnya bagi ilmu psikologi.
 “Mental” adalah sesuatu yang tidak dapat dengan jelas terlihat oleh kasat mata. Sedangkan gangguan fisik dapat dengan mudah kita lihat dan dapat dengan mudah terdeteksi. Individu yang terkena gangguan kesehatan mental sangat sulit untuk diketahui, bahkan bagi orang terdekatnya sekalipun. Karena orang-orang yang terdekatnya hanya menganggap hal itu sebagai hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
Di negara kita khususnya masyarakat Indonesia, masalah kesehatan mental sampai saat ini belum terlalu mendapatkan perhatian yang serius. Semua itu dikarenakan taraf pendidikan yang masih beragam dan budaya yang beragam pula sehingga membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat akan pentingnya kesehatan mental.

Berikuit ini perkembangan kesehatan mental dari tahun ke tahun :
      a)  Gangguan mental tidak dianggap sebagai sakit
·         Tahun 1600 dan sebelumnya.
Dukun asli Amerika ( Indian ), sering juga disebut sebagai “penyembuh” orang yang mengalami gangguan mental dengan cara memanggil kekuatan supranatural dan menjalani ritual. Pandangan masyarakat menganggap orang yang mengalTamu gangguan mental adalah karena dimasuki oleh roh-roh yang ada disekitar
·         Tahun 1692.
Sejarah kesehatan mental di Eropa, khususnya inggris agak sedikit berbeda sebelum abad ke 17 orang gila disamakan dengan penjahat atau kriminal, sehingga mereka dimasukan kedalam penjara John Locke ( 1690 ) dalam tulisannya yang berjudul An Essay Concerning Understanding , menyatakan bahwa terdapat derajat kegilaan dalam diri setiap orang yang disebabkan oleh emosi yang memaksa orang untuk memunculkan ide-ide yang salah atau tidak masuk akal secara terus-menerus. Kegilaan adalah ketidakmampuan akal untuk mengeluarkan gagasan yang berhubungan dengan pengalaman secara tepat.
      b)      Gangguan mental dianggap sebagai sakit
·         Tahun 1724
Pendeta Cotton Mather ( 1663-1728 ) memathakan yang hidup dimasyarakat berkaitan dengan sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri.
·         Tahun 1812
Benjamin Rush ( 1745-1813 ) menjadi salah satu pengacara mula-mula yang menangani masalah penanganan secara menusiawi untuk penyakit mental dengan publikasinya yang berjudul Medical Inquiries and Observations Upon Disease of the Mind . ini merupakan buku teks psikiatri Amerika pertama.
·         Tahun 1843
Kurang lebih terdapat 24 rumah sakit, tapi hanya ada 2.561 terpat tidur yang tresedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.
·         Tahun 1909
Sigmund Freud mengunjungi Amerika dan mengajar psikoanalisa di Universitas Clark di Worcenter, Massachusetts.

·         Tahun 1920-an
Komite nasional untuk mental Higiene menghasilkan satu set model undangan-undang komite yang dimsukan kedalam aturan pada beberapa negara bagian.kimite juga membantu penelitian-penelitian yang bberpengaruh pada kesehatan mental, penyakit mental dan tratmen yang membawa perubahan nyata pada sistem perwatan kesehatan mental.
·         Tahun 1960-an
Obat-obat antipsikotik konventional, seperti haroperidol digunakan pertama kali digunakan untuk mengntrol simtom-simtom yang positif ( nyata ) pada penderita psikosis, yang memberikan ukuran yang nyata dan penting karena membuat pasien tenang.
      c)      Gangguan mental dianggap sebagai bukan sakit
·         Tahun 1961
Thomas Szasz membuat tulisan yang berjudul The Myth og Mental Illness, yang mengemukakan dasar teori yang menyatakan bahwa “ sakit mental” sebenarnya tidaklah benar-benar “sakit”, tetapu merupakan tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus bereaksi terhadap lingkungan.
·         Tahun 1970
Mulainya deinstitusionalisasi massal.
·         Tahun 1980
Munculnya perawatan yang terencana, yaitu dengan opnbme dirumah sakit dalam jangka waktu yang pendek dan treatmen masyarakat menjadi standar bagi perawatan penyakit mental.


Sumber :
Moeljono Notosoedirdjo, Kesehatan Mental; Konsep dan Penerapan, Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2002.
Pendekatan Kesehatan Mental
1. Orientasi Klasik
Menurut pandangan orientasi klasik, individu yang sehat adalah individu yang tidak mempunyai keluhan tertentu, seperti ketegangan, rasa lelah, cemas, rendah diri, atau perasaan tak berguna, yang semuanya menimbulkan perasaan “sakit” atau “perasaan tak sehat”, serta mengganggu efisiensi dan efektifitas kegiatan sehari-hari. Dalam orientasi klasik ini juga bisa mengandung arti yang sempit karena kajian ilmu kesehatan mental lebih diperuntukkan bagi orang yang mengalami gangguan dan penyakit jiwa.
2. Orientasi Penyesuaian Diri
Pandangan yang digunakan sebagai landasan orientasi penyesuaian diri adalah pendekatan yang menegaskan bahwa manusia pada umumnya adalah makhluk yang sehat secara mental. Dengan pandangan ini penentuan sehat atau sakit mental dilihat sebagai derajat kesehatan mental. Selain itu, berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental dipahami sebagai kondisi kepribadian individu secara utuh. Penentuan derajat kesehatan mental bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungannya. Kesehatan mental seseorang sangat erat kaitannya dengan tuntutan-tuntutan masyarakat tempat dimana individu hidup, masalah-masalah hidup yang dialami, peran sosial dan pencapaian-pencapaian sosialnya.
Dalam penyesuaian diri sehari-hari terdapat suatu pola dasar penyesuain diri misalnya, seorang anak membutuhkan kasih sayang dari orang tuannya yang selalu sibuk. Dalam situsi itu anak akan frustasi dan berusaha menemukan pemecahan yang berguna menggurangi keteganggan antara kebutuhan akan kasih sayang dengan frustasi yang dialami. Boleh jadi suatu saat upaya yang dilakukan itu mengalami hambatan. Akhirnya ia akan beralih kepada kegiatan lain untuk mendapatkan kasih sayang yang dibutuhkannya misalnya, dengan menghisap-hisap ibu jarinnya sendiri. 
3. Orientasi Pengembangan Potensi
Menurut pandangan ini, kesehatan mental terjadi bila potensi-potensi kreatifitas, rasa humor, rasa tanggung jawab, kecerdasan, kebebasan bersikap dapat berkembang secara optimal sehingga mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri dan lingkungan disekitarnya. Individu dianggap mencapai taraf kesehatan mental, bila ia mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan sehingga dapat dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.
Individu yang sehat mental adalah individu yang dapat dan mampu mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya untuk kegiatan yang positif-konstruktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas dirinya. Pemanfaatan dan pengembangan potensi ini dapat dipergunakan dalam kegiatan dan kehidupan sehari-hari.

Sumber :
Schultz, D.Psikologi Pertumbuhan : model – model kepribadian sehat. Yogyakarta: kanisius, 1991.




Tulisan 2
Teori Kepribadian Sehat
Apakah yang dimaksud dengan kepribadian yang sehat?bagaimana sifat-sifat orang yang memiliki kepribadian yang sehat?dan apakah anda adalah pribadi yang sehat?
Kepribadian adalah kata yang begitu umum dipakai di dunia Psikologi, kepribadian seseorang bisa dinilai dari kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang dalam berbagai keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak ada suatu kesepakatan definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah dilontarkan. Sehat merupakan bagian dari harta manusia yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan anugerah dari Sang Maha Pencipta untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia sehingga sehat dapat di pandang indah untuk selalu disandang oleh individu yang sadar akan hal tersebut.
a. Aliran Psikoanalisa
Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud, kepribadian terdiri dari tiga elemen. Ketiga unsur kepribadian itu dikenal sebagai Id, Ego, dan Superego, yang bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks. Aliran psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, alam bawah sadar (id, ego, super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini mengabaikan Potensi yang dimiliki oleh manusia. Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini. Id merupakan system kepribadian yang asli. Id merupakan segala sesuatu yang diwariskan dari lahir, termasuk insting-insting. Ego merupakan kebutuhan-kebutuhan yang timbul karenma organism memerlukan transaksi yang sesuai dengan kenyataan, sedangkan superego merupakan perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat sebagaimana diterangkan kepada orangtua kepada anak, dan dilaksanakan dengan cara memberinya hadiah atau hukuman. Tetapi dengan adanya superego tersebut isu bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental. Kenapa begitu karena apabila superego jauh lebih dominan keinginan orangtua dari pada keinginan anak, maka anak tersebut dapat menjadi agresif karena sifat yang telah ditanamkan oleh orang tuanya tersebut. 
Menurut Freud, masyarakat memiliki fungsi untuk meregulasi insting mati dan membantu orang-orang menyublimasikan-nya, sehingga energi agresif berubah menjadi perilaku yang dapat diterima atau bermanfaat. Misalnya, Freud yakin bahwa di balik kreasi artistik atau inovatif adalah sublimasi (perubahan wujud) dari energi agresif (atau seksual). 
            b. Aliran Behavioristik
Behaviorisme sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B. Watson Pada tahun 1913. Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme ( yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan - laporan subjektif ) dan juga psikoanalisis ( yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak ).  Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalisme. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses - proses mental.
Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa - apa. Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia buruk, lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia baik. Kaum behavioris memusatkan dirinya pada pendekatan ilmiah yang sungguh-sungguh objektif. Kaum behavioris mencoret dari kamus ilmiah mereka, semua peristilahan yang bersifat subjektif, seperti sensasi, persepsi, hasrat, tujuan, bahkan termasuk berpikir dan emosi, sejauh kedua pengertian tersebut dirumuskan secara subjektif.
             c. Aliran Humanistik
Humanistik mulai muncul sebagai sebuah gerakan  besar psikologi dalam tahun 1950-an. Aliran humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers. Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif. Humanistik tertuju pada masalah bagaimana tiap individu dipengaruhi dan dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri.
Prinsip- prinsip belajar humanistik:
·      Manusia mempunyai belajar alami
·      Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu
·      Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya.
·      Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil.
·      Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara.
·      Belajar yang bermakna diperolaeh jika siswa melakukannya.
·      Belajar lancer jika siswa dilibatkan dalam proses belajar.
·      Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam.
·      Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri.
·      Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar

Sumber :
Alwisol. (2005) Psikologi Kepribadian. Malang : Penerbit Universitas Muhammadyah Malang.
Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya : Kanisius

Tulisan 3
Penyesuain Diri dan Pertumbuhan
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery) .Pada mulanya penyesuaian diri diartikan sama dengan adaptasi (adaptation), padahal adaptasi ini pada umumnya lebih mengarah pada penyesuaian diri dalam arti fisik, fisiologis, atau biologis. Misalnya, seseorang yang pindah tempat dari daerah panas ke daerah dingin harus beradaptasi dengan iklim yang berlaku di daerah dingin tersebut.
Menurut Kartono (2000), penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis.
Ali dan Asrori (2005) juga menyatakan bahwa penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang mencakup respon-respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik, serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dunia luar atau lingkungan tempat individu berada.
Pembentukan Penyesuaian Diri
·         Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lahan untuk mengembangkan berbagai kemampuan, yang dipelajari dalam berbagai hal seperti melalu bermain, sandiwara, interaksi dengan anggota keluarga, dan pengalaman-pengalaman didalam keluarga. Oleh sebab itu, orangtua sebaiknya jangan menghadapkan individu pada hal-hal yang tidak dimengerti. Keluarga juga merupakan wadah pembentukan karakter individu, penyesuaian diri juga termasuk di dalamnya.

·         Lingkungan Teman Sebaya
Sama seperti lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya juga merupakan lingkungan yang sangat menentukan individu dalam melakukan dan mengembangkan penyesuaian diri. Bila seorang anak dapat dengan mudah menyesuaikan dirinya dengan lingkungan teman bermainnya, itu merupakan  salah satu alasan bahwa sebenarnya kesehatan mental individu tersebut baik dan sehat


Pertumbuhan Personal
Manusia itu disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang. Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat pun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan individu.
Dengan adanya naluri yang dimiliki suatu individu, dimana ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah hal itu benar atau tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam masyarakat yang memiliki suatu norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan terbawa menjadi pribadi yang religius.
Terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalamaan atau empire luar melalui panca indra yang menimbulkan pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimblkan reflexions.
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
·         Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
·         Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
·         Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
Sumber :
Sunarto & Hartono, B. Agung. (1995). Perkembangan peserta didik. Jakarta: Rineka Cipta Wahjosumidjo.
J.P.Chaplin (1972). ). Psikologi Perkembangan. Jakarta; Penerbit, PT Gramedia








Sabtu, 24 November 2012


Final Softskill Psikologi dan Teknologi Internet

1.     Penelitian Psikologi dan Internet
§ Publikasi  Online
Publikasi Online atau promosi online adalah suatu informasi, pesan atau pengumuman dalam bentuk online yang diterbitkan dan diumumkan dalam dunia internet melalui media elektronik baik melalui komputer, leptop, handphone atau apa saja yang dapat terhubung dalam dunia online. Banyak sekali manfaat dari publikasi online ini apalagi di jaman sekarang yang rata-rata masyarakat diseluruh penjuru dunia dapat terhubung dengan internet.
Contohnya cepat  diketahui banyak orang,mempermudah pesan, mempermudah mengadakan transaksi, mempermudah menunjukan jenis barang.
Banyak yang dapat dilakukan dalam publikasi online misalnya untuk berjualan dan memasarkan produk-produk. Banayak juga perusahaan yang menawarkan pekerjaan melalui internet. Semua ini sangat bermaanfaat dan lebih irit biaya karena relatif murah, mudah dan cepat. Maka dari itu publikasionline sangat bermanfaat untuk kepentingan dan keperluan di jaman yang serba cepat dan modern ini.   
Beberapa tips agar Publikasi Online dapat berhasil :
a.    Dukungan Strategi Promosi dan Marketing Perusahaan
Merupakan hal yang krusial untuk mengikutsertakan program promosi online. Di dalam keseluruhan program marketing dan promosi perusahaan serta memberikan total support seperti mencantumkan alamat web perusahaan Anda pada seluruh marketing advertising dan segala bentuk publikasi yang diselenggarakan oleh perusahaan terkait.
b.    Web Statistic & Analysis
Setiap web dianjurkan selalu menganalisa setiap perkembangan /grafik statistik yang terjadi di dalam websitenya, seperti berapa netter yang telah melakukan kunjungan ke website Anda. Hal ini diperlukan untuk melakukan perbaikan strategi marketing yang telah dilakukan.
c.    Maksimalkan Online-Marketing itu sendiri
Dianjurkan juga agar alamat web perusahaan Anda dipromosikan melalui search engine ( misalnya Yahoo!, Google, Bing, Altavista, AOL ) sehingga eksistensi serta informasi mengenai perusahaan Anda dapat segera diakses oleh calon konsumen. Dan Hindari penggunaan email marketing secara berlebihan ! Ini akan mengganggu calon konsumen Anda. 

§ Etika dalam Penelitian dengan Bantuan Internet
Etika itu berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu Ethikos yang berarti sesuatu yang timbul dari kebiasaan hidup. Secara umum Etika itu adalah sesuatu peraturan / perilaku tidak tertulis yang mengatur benar atau salah, baik atau buruk dari suatu lingkungan hidup tertentu. Dalam penelitian ada beberapa etika yang perlu diperhatikan namun pada kesempatan ini saya akan membahas lebih lanjut mengenai etika dalam penulisan diinternet.
Etika Penulisan di Internet
Semua orang pasti suka menulis. Orang-orang dari berbagai kalangan usia dan sosial kini bisa menyalurkan hobi menulisnya lewat internet. Medianya pun bermacam-macam : jejaring sosial (Social Network), media Blog, media dokumen online, Surel dari milis E-Mail, Chatting, atau bahkan lewat forum diskusi. Akan tetapi dibalik kemudahan dan keefektifan internet tersebut, muncul masalah-masalah lain seperti penculikan, pelecehan, pencemaran nama baik, penipuan, pemalsuan, pembajakan, dll. Etika tidak bisa lepas dari norma yang mengikatnya. Dari suatu beban moral muncul suatu norma yang mengatur tata cara untuk melakukan sesatu dengan baik dan benar sesuai kaidah umum yang berlaku. Dari norma tersebut muncul etika yang harus dijunjung tinggi oleh setiap orang. Seperti halnya menulis, harus menjunjung etika penulisan di internet sesuai norma yang sudah ditetapkan.
Berikut Etika Penulisan di Internet :
§ Biasakan mencantumkan sumber tulisan
§ Menggunakan Inisial beserta bukti otentik
§ Penentuan Kata Kunci (keyword) yang tepat sesuai tujuan tulisan
§ Tata cara menulis dengan baik, sopan dan sesuai dengan EYD.
§ Menulis secara faktual (Sesuai dengan fakta yang ada)
§ Baca kebijakan Blog Provider secara saksama
§ Tanggap atas komentar, saran, dan kritik dari pembaca

Beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam dunia maya adalah sebagai berikut :
a.    Bahwa pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
b.    Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
c.    Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis seperti misalnya ada juga penghuni yang suka iseng dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
d.    Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya “penghuni” baru didunia maya tersebut.

§ Jurnal Penelitian Psikologi Tentang Internet
Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas Jurnal mengenai “Metaanalisis Terhadap Hubungan Kepribadian Extraversion, Neuroticism, dan Openness to Experience dengan Penggunaan Email
Kepribadian adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya (Greenberg, 2003; Ryckman, 2004). Keunikan  inilah  yang menjadikan  kepribadian sebagai  variabel  yang sering  digunakan  untuk menggambarkan  diri  individu yang berbeda dengan individu lainnya. Extraversion sangat erat hubungan dengan interaksi sosial dan sosiabilitas. Individu dengan kepribadian exstravert. Neuroticism  secara umum berhubungan dengan emosi  internal  individu.  Neuroticism  yang tinggi  dikatakan  sebagai  pencemaskhawatir,  kurang bisa  mengontrol  emosi,  dan  seringkali dikonotasikan dengan depresi. Sebaliknya orang yang neuroticism rendah menunjukkan sifat kalem, tidak temperamental, tidak mudah cemas.
Analisis terhadap data yang  dikumpulkan dari berbagai penelitian ini memberikan hasil yang lebih  terintegrasdalam  melihat  pola  hubungan antara dimensi-dimensi  kepribadian  extraversion, neuroticism,  dan  openness  to  experience  dengan penggunaan email.  Kepribadian  extraversion, neuroticism dan openness to experience secara signifikan berhubungan dengan penggunaan email. Koreksterhadap kemungkinan  kesalahan  dalam  pengambilan  sampel  maupun kesalahan  dalam pengukuran memperlihatkan bahwa kesalahannya masih dalam batas yang dapat dipercaya. Kesempatan  yang diperoleh  oleh  individu  extravert untuk menjalin  hubungan interpersonal melalui email ini dimanfaatkan juga oleh individu dengan kepribadian neuroticism, dengan alasan yang berbeda. Kepribadian neuroticism ditandai dengan kecenderungan  untuk mudah mengalami perasaan kecewa, marah, dan depresi sehingga seringkali mengganggu keharmonisan pola hubungan dengan orang lain. Teknologi komunikasi berbasis internet ini, di mana individu dapat terlepas dari keterbatasan geografis sangat digemari individu  neurotic  (Emmons, 2003). Dengan menggunakan media  yang asynchronous, individu  tidak perlberhadapan langsung  dengan orang lain  pada saat  melakukan  komunikasi, mereka dapat menyembunyikan posisi sosial dan emosionalnya di hadapan orang lain. Dengan demikian kecenderung individu  neurotic  untuk mengalami  emosi  negatif  dan mudah mengalami  kecemasan, marah, atau depresi tidak secara langsung berdampak pada kualitas komunikasinya.
Openness to experience adalah dimensi kepribadian yang ditandai oleh adanya keterbukaan untuk melakukan dan memperoleh pengalaman baru merupakan dimensi kepribadian yang dikaitkan dengan  imajinasi  kreatif  (Srivastava,  2006). Sifat  ini   adalah  lawan  dari  sifat  bersahaja  dan konvensional. Orang yang terbuka punya rasa ingin tahu yang besar dan mempunyai sudut pandang luas, itulah karakteristik individu openness to experience. Email dimanfaatkan oleh individu ini untuk menggali berbagai resources yang selama ini tidak dapat diperoleh oleh karena kendala tempat dan waktu. Dengan kelebihan email yang mampu menembus batas geografis, telah memberikan peluang bagi individu extraversion tetap kontak dengan orang lain. Email memberi kesempatan individu neurotic untuk menyembunyikan  posisi  sosial  maupun emosionalnya.  Bagi  individu  openness to experience, email  menantang mereka untuk dapat melakukan  segala  sesuatu yang selama  ini belum  dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan dirinya.


2.    Manfaat dari Bermain Game Online
Audition Online pertama kali berasal dari sebuah komik yang populer bernama Audition, yang dibaca oleh para remaja di Korea Selatan. Terinsipirasi dari komik tersebut, T3 Entertainment menciptakan Audition Online bekerjasama dengan Yedang Online. Game ini awalnya hanya ada di Korea Selatan, dimana pertama kalinya memperoleh popularitas. Lambat laun popularitas permainan ini meningkat, T3 Entertainment dan Yedang Online mengedarkannya di region dan wilayah lain termasuk china,Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Jepang, Filipina, Amerika Utara, Thailand, Taiwan, Asia Tenggara, Vietnam, Brazil, Inggris, and Eropa.




Saat masuk game kita akan memilih room yang akan digunakan salah satunya adalah Creative. Setelah itu kita dapat membuat room sendiri untuk bermain ataupun bergabung dengan teman lainnya. Didalam room kita diminta untuk memilih jenis yang akan digunakan apakah dynamic 4, dynamic 8, dance competition, crazy dance 4, crazy dance 8, dll. Selain memilih jenis tarian kita akan memilih lagu yang akan dimainkan. Setiap lagu memiliki tingkat kesulitan masing-masing semakin besar bit atau bpm lagu tersebut maka semakin sulit karena semakin cepat. Tempat yang akan kita gunakan juga dapat dipilih salah satunya adalah haunted school. Game akan mulai saat kalian menekan tombol start. Cara bermainnya itu sendiri dengan menekan tanda panah sesuai dengan yang tertera pada gambar.
Nilainya pun beragam ada yang perfect, great, cool, bad bahkan miss apabila anda salah menekan tanda panah atau kehabisan waktu dalam menekannya.
Untuk membeli pakaian yang digunakan avatar dapat dibeli pada Fashion Mall.  Audition Online ini Gratis untuk bermain, tetapi jika pemain ingin membeli barang virtual para pemain harus menukarkan uang asli dengan uang virtual untuk membeli baju,aksesoris,dll.

Dampak Positif :
§  Sarana hiburan bila sedang bosan
§  Melatih kecepatan otak
§  Melatih kecepatan tangan dan harus teliti juga

Dampak Negatif :
§  Membuat kita kecanduan bermain game
§  Kegiatan didunia nyata jadi tertunda
§  Pola istirahat dan pola makan berubah
§  Membuat mata cepat lelah
§  Membuat kita jadi boros

Sumber-sumber :