Kamis, 11 Desember 2014

Tugas III Sistem Informasi Psikologi



Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
1.      Maksud pembuatan keputusan dan teori-teori yang menjelaskan
      Menurut Mat dan Watson, Sistem Penunjang Keputusan (SPK) merupakan suatu sistem interaktif yang membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur. Sedangkan menurut Moore dan Chang, SPK adalah sistem yang dapat dikembangkan, mampu mendukung analisis data dan pemodelan keputusan, berorientasi pada perencanaan masa mendatang, serta tidak bisa direncanakan interval (periode) waktu pemakaiannya. Bonezek, Hosapple dan Whinston mendefinisikan SPK sebagai suatu sistem yang berbasiskan komputer yang terdiri dari 3 komponen yang berinteraksi satu dengan yang lainnya, yaitu:
·   Language system, adalah suatu mekanisme untuk menjembatani (interface) pemakai dan komponen lainnya.
·      Knowledge system, adalah repositori pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tertentu baik berupa data maupun prosedur.
·      Problem processing system, adalah sebagai penghubung kedua komponen lainnya, berisi satu atau beberapa kemampuan manipulasi atau menyediakan masalah secara umum, yang diperlukan dalam pengambilan keputusan.
2.      Konsep pengertian dasar dan tujuan SPK
Konsep DSS dimulai pada akhir tahun 1960-an dengan timesharing komputer. Untuk pertama kalinya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan komputer tanpa harus melalu spesialis informasi.

Tujuan SPK :
Menurut Peter G.W. Keen dan Scott Morton, ada tiga tujuan, antara lain:
1.         Membantu manajer membut keputusan untuk memecahkan masalah semiterstruktur.
2.          Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3.          Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

3.      Model SPK
Seperti halnya model SIA dan SIM, struktur yang serupa dapat digunakan untuk model DSS. Data dan informasi dimasukkan kedalam database dari lingkungan perusahaan. Isi database digunakan oleh tiga subsistem perangkat lunak:
1.      Perangkat Lunak Penulis Laporan; menghasilkan laporan periodik maupun laporan khusus. Laporan periodik disiapkan sesuai jadwal tertentu, contohnya analisis penjualan bulanan menurut pelanggan. Laporan khusus disiapkan sebagai jawaban atas kebutuhan informasi yang tak terduga maupun sesuatu yang luar biasa terjadi, contohnya adalah laporan kecelakaan, atau yang lainnya.
2.      Model Matematika; menghasilkan informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan satu atau beberapa komponen dari sistem fisik perusahaan.
3.      Perangkat Lunak GDSS (Group Decision Support System); memungkinkan bebarapa pemecahan masalah, bekerjasama sebagai suatu kelompok mencapai solusi.

4.      Pemodelan matematis serta keuntungan dan kerugian SPK
Pemodelan matematis terbagi menjadi tiga, yaitu :
1.      Model Statis atau Dinamis
Model Statis tidak menyertakan waktu sebagai variabel, model yang berkaitan dengan suatu situasi pada satu titik waktu tertentu, seperti suatu foto. Sedangkan Model Dinamis menyertakan waktu sebagai variabel, dan menggambarkan perilaku entitas dari waktu ke waktu, seperti suatu film
2.      Model Probabilistik atau Deterministik
Model Probabililistik mencakup peluang terjadinya sesuatu, yang berkisar antara 0,00 (sesuatu yang sama sekali tidak mungkin) hingga 1,00 (sesuatu yang pasti). Sedangkan model yang sebaliknya adalah Model Deterministik
3.      Model Optimisasi dan Model Suboptimisasi
Model Optimisasi adalah model yang memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif, dimana masalahnya harus terstruktur sangat baik. Model Suboptimisasi, sering disebut satisficing model, yang memungkinkan manajer memasukkan serangkaian keputusan dan model akan memproyeksikan hasilnya, dimana model tersebut menyerahkan tugas kepada manajer untuk mengidentifikasi keputusan yang akan menghasilkan hasil terbaik.
Keuntungan dan Kerugian
+        Memperluas kemampuan pengambilan keputusan dalam memproses data/informasi bagi pemakainya.
+  Membantu pengambilan keputusan dalam hal penghematan waktu yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
+        Dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
+  Dapat menyediakan bukti tambahan untuk memberikan bukti tambahan untuk memberikan pembenaran sehingga posisi pengambil keputusan.

    Kesulitan pembuatan model sistem bisnis, akan mengahasilkan suatu model yang tidak menangkap semua pengaruh pada entitas.
        Diperlukan keahlian matematika tingkat tinggi, untuk mengembangkan sendiri model-model yang lebih kompleks, keahlian itu juga diperlukan untuk menafsirkan output secara tepat.
5.      SPK berkelompok
SPK berkelompok biasa juga disebut sebagai GDSS yaitu Sistem Pendukung Keputusan kelompok yang berusaha memperbaiki komunikasi di antara para anggota kelompok dengan menyediakan lingkungan yang mendukung para pengambil keputusan dengan menyediakan perangkat lunak GDSS yang disebut groupware

6.      Peranan SPK dalam pemecahan masalah
Sistem Penunjang Keputusan (SPK) mempunyai peran yang cukup penting dalam menyelesaikan suatu masalah yang dialami perusahaan. SPK dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah, karena SPK membagi masalah menjadi beberapa struktur untuk membantu manajer mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan keputusan yang tepat.

Sumber :
· McLeod, Raymond Jr. (2001).Sistem Informasi Manajemen Jilid 2. Jakarta: PT             Prenhallindo
· Amardyah Amborowati (2005). Modul Praktikum Teknik Industri III. Universitas         Widyatama. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Berprestasi             Berdasarkan Kinerja.
· Vitari, Aulia & Muhammad Said Hasibuan. (2003).  Sistem Penunjang Keputusan       Penerimaan Beasiswa Menggunakan Analytical Hierarchy Process. Jurnal    Teknologi Informatika

Senin, 27 Oktober 2014

Tugas II Sistem Informasi Psikologi



Data Base
                Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal yang di luar bidang elektronika, artikel mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi danm kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. Database adalah kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan/atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut.

·         Era Permulaan Data Base
            Era permulaan data base ditandai dengan;
1.      Pengulangan data
2.      Ketergantungan data
3.      Kepemilikan data yang tersebar 

·         Konsep Data Base
            Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai dengan menempatkan spesifikasi dalam tabel dan kamus yang terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.

·         Struktur Data Base
            Saat mengadopsi konsep database, Struktur Database menjadi :
1.      Database
2.      File
3.      Catatan
4.      Elemen data 

·         Keunggulan dan Kelemahan Data Base
            Keunggulan:
1.      Mengurangi kerangkapan data
2.      Mencapai independensi data
3.      Mengintegrasi data dari beberapa file
4.      Mengambil data dan informasi secara cepat
5.      Meningkatkan keamanan data
6.      Memelihara konsistensi data
7.      Manipulasi data lebih canggih
8.      Mudah untuk digunakan
9.      Mudah untuk di akses

            Kelemahan:
1.      Perangkat lunak yang mahal
2.      Konfigurasi perangkat keras yang besar
3.      Mempertahankan staff Database Administrator
4.      Sistem lebih rumit, jadi memerlukan tenaga ahli dalam disain, program dan implementasi
5.      Lebih mahal
6.       Proses pemeliharaan dapat memakan waktu karena ukurannya yang besar
7.      Proses back up data memakan waktu

Data Base Manajemen Sistem
      Database Manajemen Sistem adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Database Manajemen Sistem  merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. Database Manajemen Sistem juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah. DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data. Untuk merinteraksi dengan DBMS (basis data) menggunakan bahasa basis data yang telah ditentukan oleh perusahaan DBMS. Bahasa basis data biasanya terdiri atas perintah-perintah yang di formulasikan sehingga perintah tersebut akan diproses olah DBMS. Perintah-perintah biasanya ditentukan oleh user.
Ada 2 bahasa basis data:
   1.      Data Definition Language (DDL)
DDL digunakan untuk menggambarkan desain basis data secara keseluruhan. DDL digunakan untuk membuat tabel baru, menuat indeks, ataupun mengubah tabel. Hasil kompilasi DDL disimpan di kamus data.
   2.      Data Manipulation Language (DML)
DML digunakan untuk melakukan menipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data seperti penambahan data baru ke dalam basis data, menghapus data dari suatu basis data dan pengubahan data di suatu basis data.
Salah satu tujuan dari DBMS adalah memberikan tampilan kepada pengguna dalam hal menyampaikan data. Untuk itu dalam DBMS terdapat Level Abstraksi Data. Level ini berguna untuk menyembunyikan detail atau kompleksitasnya basis data seperti bagaimana data disempan dan diolah. Sehingga pengguna hanya melihat tampilan yag dibutuhkan oleh pengguna.
   1.      Level fisik
Level fisik merupakan level yang paling bawah. Pada level ini memperlihatkan bagaimana sesungguhnya data disimpan.
   2.      Level Konseptual
Level ini menggambarkan bagaimana sebenarnya basis dta disimpan dan berhubungan dengan data lainnya  
   3.      Level View
Level abstaraksi ini hanya menunjukkan sebagian dari basis data.  Pada umumnya pengguna tidak melibatkan secara langsung sehingga pengguna hanya melihat data sesuai dengan yang dibutuhkan

Sumber:
·         E.S Margianti dan D. Suryadi H.S. 1994. Sistem Informasi Manajemen. Depok: Modul Pembelajaran Gunadarma.
·         materikuliahti.com/sistem-berkas/model-data-hirarkis.html