Sistem Penunjang
Keputusan (SPK)
1. Maksud
pembuatan keputusan dan teori-teori yang menjelaskan
Menurut Mat dan Watson, Sistem Penunjang
Keputusan (SPK) merupakan suatu sistem interaktif yang membantu pengambilan
keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan
masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur. Sedangkan
menurut Moore dan Chang, SPK adalah sistem yang dapat dikembangkan, mampu
mendukung analisis data dan pemodelan keputusan, berorientasi pada perencanaan
masa mendatang, serta tidak bisa direncanakan interval (periode) waktu
pemakaiannya. Bonezek, Hosapple dan Whinston mendefinisikan SPK sebagai suatu
sistem yang berbasiskan komputer yang terdiri dari 3 komponen yang berinteraksi
satu dengan yang lainnya, yaitu:
· Language system, adalah
suatu mekanisme untuk menjembatani (interface) pemakai dan komponen
lainnya.
· Knowledge system, adalah
repositori pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tertentu baik berupa
data maupun prosedur.
· Problem processing system, adalah
sebagai penghubung kedua komponen lainnya, berisi satu atau beberapa kemampuan
manipulasi atau menyediakan masalah secara umum, yang diperlukan dalam
pengambilan keputusan.
2.
Konsep pengertian dasar dan tujuan SPK
Konsep DSS dimulai pada akhir tahun 1960-an dengan
timesharing komputer. Untuk pertama kalinya seseorang dapat berinteraksi
langsung dengan komputer tanpa harus melalu spesialis informasi.
Tujuan SPK :
Menurut Peter G.W. Keen dan Scott
Morton, ada tiga tujuan, antara lain:
1.
Membantu manajer membut keputusan
untuk memecahkan masalah semiterstruktur.
2.
Mendukung
penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3.
Meningkatkan
efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.
3. Model
SPK
Seperti halnya model SIA dan SIM, struktur yang serupa dapat
digunakan untuk model DSS. Data dan informasi dimasukkan kedalam database dari
lingkungan perusahaan. Isi database digunakan oleh tiga subsistem perangkat
lunak:
1.
Perangkat
Lunak Penulis Laporan; menghasilkan laporan periodik maupun laporan khusus.
Laporan periodik disiapkan sesuai jadwal tertentu, contohnya analisis penjualan
bulanan menurut pelanggan. Laporan khusus disiapkan sebagai jawaban atas
kebutuhan informasi yang tak terduga maupun sesuatu yang luar biasa terjadi,
contohnya adalah laporan kecelakaan, atau yang lainnya.
2.
Model
Matematika; menghasilkan informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan
satu atau beberapa komponen dari sistem fisik perusahaan.
3.
Perangkat
Lunak GDSS (Group Decision Support System); memungkinkan bebarapa pemecahan
masalah, bekerjasama sebagai suatu kelompok mencapai solusi.
4.
Pemodelan matematis serta keuntungan dan
kerugian SPK
Pemodelan matematis terbagi
menjadi tiga, yaitu :
1.
Model Statis atau Dinamis
Model Statis tidak
menyertakan waktu sebagai variabel, model yang berkaitan dengan suatu situasi
pada satu titik waktu tertentu, seperti suatu foto. Sedangkan Model Dinamis
menyertakan waktu sebagai variabel, dan menggambarkan perilaku entitas dari
waktu ke waktu, seperti suatu film
2.
Model Probabilistik atau Deterministik
Model Probabililistik
mencakup peluang terjadinya sesuatu, yang berkisar antara 0,00 (sesuatu yang
sama sekali tidak mungkin) hingga 1,00 (sesuatu yang pasti). Sedangkan model
yang sebaliknya adalah Model Deterministik
3.
Model Optimisasi dan Model Suboptimisasi
Model Optimisasi adalah
model yang memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif, dimana masalahnya
harus terstruktur sangat baik. Model Suboptimisasi, sering disebut satisficing
model, yang memungkinkan manajer memasukkan serangkaian keputusan dan
model akan memproyeksikan hasilnya, dimana model tersebut menyerahkan tugas
kepada manajer untuk mengidentifikasi keputusan yang akan menghasilkan hasil
terbaik.
Keuntungan dan Kerugian
+
Memperluas
kemampuan pengambilan keputusan dalam memproses data/informasi bagi pemakainya.
+ Membantu
pengambilan keputusan dalam hal penghematan waktu yang dibutuhkan untuk
memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak
terstruktur.
+
Dapat
menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
+ Dapat
menyediakan bukti tambahan untuk memberikan bukti tambahan untuk memberikan
pembenaran sehingga posisi pengambil keputusan.
− Kesulitan pembuatan model sistem bisnis,
akan mengahasilkan suatu model yang tidak menangkap semua pengaruh pada
entitas.
−
Diperlukan keahlian matematika tingkat
tinggi, untuk mengembangkan sendiri model-model yang lebih kompleks, keahlian
itu juga diperlukan untuk menafsirkan output secara tepat.
5.
SPK berkelompok
SPK berkelompok biasa
juga disebut sebagai GDSS yaitu Sistem Pendukung Keputusan kelompok yang berusaha
memperbaiki komunikasi di antara para anggota kelompok dengan menyediakan
lingkungan yang mendukung para pengambil keputusan dengan menyediakan perangkat
lunak GDSS yang disebut groupware
6.
Peranan SPK dalam pemecahan masalah
Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
mempunyai peran yang cukup penting dalam menyelesaikan suatu masalah yang
dialami perusahaan. SPK dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan
masalah, karena SPK membagi masalah menjadi beberapa struktur untuk membantu
manajer mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan
keputusan yang tepat.
Sumber :
· McLeod, Raymond
Jr. (2001).Sistem Informasi Manajemen Jilid 2. Jakarta: PT Prenhallindo
· Amardyah Amborowati (2005). Modul Praktikum Teknik Industri III.
Universitas Widyatama.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja.
· Vitari, Aulia & Muhammad Said Hasibuan.
(2003). Sistem Penunjang Keputusan Penerimaan Beasiswa Menggunakan Analytical
Hierarchy Process. Jurnal Teknologi Informatika