A.
Definisi Psikologi Manajemen
Secara
etimologis manajemen berasal dari kata “management”
yang artinya ketata laksanaan, tata pimpinan, dan pengelolaan. Dalam bahasa
Arab istilah manajemen diartikan sebagai an-nizam,
yang merupakan suatu tempat untuk menyimpan segala sesuatu dan penempatan
segala sesuatu pada tempatnya. Secara terminology yang diambil kesimpulannya
menurut para ahli manajemen adalah serangkaian kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya
dalam mengatur dan mendaya gunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana
untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan
efisien.
Jadi
Psikologi manajemen adalah suatu
studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam
rangka melaksanakan funsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya
B.
Definisi Psikologi Organisasi
Psikologi
organisasi adalah ilmu yg mempelajari manusia dalam hubungan dengan organisasi
(perilaku manusia dalam setting organisasi). Fokus study psikologi organisasi
lebih ke cara pengambilan keputusan dalam suatu organisasi didasari oleh
sistem, budaya, leadership dan human capital. Semua konsep dan teori awal
mulanya psikologi organisasi berasal dari psikologi sosial dan psikologi klinis
(teruama pada teori-teori kepribadian). Dalam perkembangannya, psikologi
organisasi disatukan dengan psikologi industri.
Psikologi
organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi mempengaruhi dan berinteraksi
dengan anggota-anggotanya. Pemahaman, penguasaan serta praktik pada psikologi
organisasi dapat diterapkan pada perusahaan guna mencapai kesuksesan sebuah
perusahaan dan membantu memberikan alternatif solusi terhadap pengembangan
sistem industri.
Kajian psikologi organisasi lebih
menekankan pada pengembangan sistem manajemen sumber daya insani seperti
merancang sistem rekrutmen, seleksi dan penempatan karyawan, penilaian potensi
terstruktur (assesment centre), pelatihan-pengembangan, pelatihan kinerja,
sistem remunerasi hubungan industrial, dan budaya perusahaan. Tujuan layanan
jasa dan ilmu tersebut dimaksudkan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan
lahir-batin dan mencapai tingkat kualitas kehidupan kerja yang optimal.
C.
Definisi Psikologi Komunikasi &
Dimensi-dimensi komunikasi
Pendapat dari T. Hani Handoko:
Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau
informasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut
melibatkan lebih dari sekedarkata-kata yang digunakan dalam percakapan,
tetapijuga ekspresi wajah, intonasi, titik putus tidak hanya memerlukan
transmisi data, tetapi bahwa tergantung pada keterampilan- keterampilan
tertentu untuk membuat sukses pertukaran informasi.
George A. Miller
mengertikan psikologi komunikasi sebagai “ ilmu yang berusaha menguraikan,
meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral (perilaku)
dalam komunikasi “. Dalm konteks komunikasi, sumbangan yang sangat berharga
bagi tercapainya tujuan komunikasi, yakni komunikasi yang efektif (berhasil dan
berguna).
Beberapa
dimensi diantaranya adalah:
1. Dimensi Isi
Dimensi isi disandi secara verbal dan menunjukkan
muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Dalam komunikasi massa, dimensi ini
merujuk pada isi pesan.
2. Dimensi Hubungan
Dimensi hubungan
disandi secara nonverbal menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga
mengisyaratkan bagaimana hubungan para komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya
pesan itu disampaikan.Dalam
komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangkan dimensi
hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang
digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Contoh: pengaruh suatu
berita atau artikel dalam surat kabar bukan bergantung pada isinya, namun bergantung juga pada
siapa, penulisnya, tata letak (lay out)-nya, jenis huruf yang digunakan, warna
tulisan, dan sebagainya.
3. Dimensi Arah
Komunikasi dalam konteks ini dibagi
menjadi dua, yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi
satu arah merupakan satu orang member informasi kepada orang lain tanpa ada
timbale balik, sedangkan komunikasi dua arah merupakan komuniikasi dimana satu
orang memberikan informasi ke orang lain, dan orang lain juga memberikan
informasi sehingga terjadi pertukaran informasi diantara keduanya.
Sumber :
Mortimer R. Fienberg, dkk, Psikologi
Manajemen, Penerbit Mitra Utama, Jakarta, 1996.
Wursanto,
Ig, Dasar-dasar
Ilmu organisasi, Cv Andi offset : 2005
